Tampilkan postingan dengan label heboh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label heboh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Mei 2010

Alien ditemukan

Awal Juli 1947, seorang peternak dari Roswell wilayah tenggara New Mexico, William W Brazel, menemukan benda terbang tak dikenal yang jatuh di utara Roswell. Ia melaporkan penemuannya ke Pangkalan Udara Angkatan Darat AS (US Army Air Forces) di Roswell. Militer merespons laporan tersebut dan mengirim tim mereka ke area kecelakaan di padang pasir New Mexico.

Pada 8 Juli 1947, Letnan Walter Haut dari Divisi 509th Roswell Army Air Force di bawah perintah Kolonel William Blanchard menulis rilis pers yang dimuat di media lokal tentang penemuan reruntuhan piring terbang, berikut beberapa jasad makhluk tak dikenal dari luar angkasa.

Namun beberapa jam kemudian, Haut dengan perintah Kolonel William dan Jenderal Roger Ramey menulis ulang rilis pers tersebut (diterbitkan sehari setelah rilis pertama diterbitkan) dengan menyebutkan bahwa temuan mereka bukan UFO selain puing balon cuaca!

Tetapi belasan tahun setelah itu, sejumlah saksi mata termasuk para pekerja dan ilmuwan di pangkalan militer Roswell tersebut memberikan kesaksian.

Mereka menyatakan memang benar ada material pesawat asing (UFO) dan jasad makhluk yang diamankan dari lokasi jatuh ke pangkalan militer di Roswell. Makhluk itu mirip manusia, namun bertubuh kecil, kulit berkerut, kepala dan mata besar, lengan pendek, telinga dan hidung melesak ke dalam.

Peristiwa Roswell adalah satu kontroversi. Upaya keras pemerintah Amerika Serikat untuk menutupi fakta, membuat banyak pihak yang yakin bahwa ada sesuatu yang sangat penting sedang disembunyikan. Banyak yang yakin bahwa Roswell adalah satu tempat bersejarah dalam fenomena tentang UFO dan "tamu-tamu dari luar angkasa".

Sejumlah upaya untuk menguak misteri di Roswell memancing serangkaian penelitian, baik bersifat ilmiah maupun paranormal. Keyakinan bahwa UFO mengalami kecelakaan di bumi semakin kental dengan desas-desus jasad alien di Roswell. Lalu sejumlah penelitian melansir laporan tentang UFO dan alien yang ternyata sudah terjadi sejak ribuan tahun lalu.

Dua jenglot Bali dan satu putri duyung ditemukan di Desa Pecatu, Kuta Selatan, Bali. Penemuan itu sempat menghebohkan warga setempat. Namun, karena dikhawatirkan bisa mendatangkan malapetaka dan bencana, akhirnya ketiga makhluk misterius itu dihanyutkan di laut.

Dua jenglot Bali dan putri duyung itu ditemukan petugas penyelamat Pantai Tourism Board Tirta (Balawista). "Saat itu, petugas sedang memantau keamanan pantai dari atas karang. Saat petugas menoleh ke arah kiri, dia melihat ada gundukan di antara karang pantai," kata Wayan Somer, Ketua Satuan Tugas Pantai Labuan Sait, Sabtu (8/5/2010), seperti dilansir dari bali-honeymoon-beach.blogspot.com.

Lalu mereka menggali gundukan tanah yang mencurigakan itu. "Setelah gundukan tanah yang menyerupai kuburan itu dibongkar, ternyata di dalamnya berisi jenglot," ceritanya.

Petugas itu langsung melaporkan penemuan tersebut kepada ketua adat masyarakat di sana untuk meminta petunjuk. "Setelah melihat bentuknya, warga berpendapat bahwa makhluk supermini itu adalah jenglot," kata Wayan.

Tiga benda berupa putri duyung rambut panjang dan dua lainnya berupa jenglot masing-masing berukuran 40 sentimeter. Mereka berkeyakinan bahwa pada waktu-waktu tertentu jenglot harus diberi makan ayam atau darah manusia.

"Setelah kami berkonsultasi dengan kepala adat masyarakat di sana, warga setuju ketiga makhluk misterius itu dihanyutkan ke laut supaya makhluk tersebut dapat kembali ke tempat asal mereka," tuturnya

Wayan dan petugas lainnya mengantarkan ketiga makhluk misterius itu ke tengah laut dengan menggunakan perahu untuk dihanyutkan, Jumat. "Kepercayaan masyarakat di sini, manusia seperti ini diyakini memiliki kekuatan mistis," katanya lagi.

Langkah itu dilakukan karena orang khawatir jika jenglot dan putri duyung Bali tersebut tidak diperlakukan dengan baik sebagai manusia, akan membahayakan keselamatan dan menciptakan bencana bagi masyarakat setempat.

Penemuan jenglot di Bali baru pertama kali. Tentu saja hal itu langsung membuat heboh orang-orang yang berada di sekitar pantai. Pantai itu sebelumnya pernah dipakai untuk membuat film-film Julia Roberts.

Meteor jatuh di Indonesia

LAPAN menyatakan benda jatuh di Duren Sawit, Jakarta, kemungkinan besar adalah meteor. Hal ini didasarkan tidak ada bau gas serta keterangan saksi mata. Kepala Pusat Sains Atmosfir dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaludin mengungkapkan, berdasarkan bukti yang ada kemungkinan besar benda yang jatuh di kawasan Duren Sawit, Jakarta adalah meteor. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Saya rasa kita harus menyikapi dengan baik. Kejatuhan meteor ini adalah hal yang biasa. Benda dari luar angkasa memiliki kemungkinan besar untuk jatuh. Ini kebetulan saja jatuh di rumah penduduk,” papar Thomas, saat dihubungi INILAH. COM di Jakarta, Jumat (30 /4). Thomas yang sedang menuju lokasi ledakan itu memaparkan, beberapa ahli sudah berada di tempat kejadian dan mengumpulkan bukti-bukti. Thomas menduga kemungkinan besar meteor yang jatuh di Duren Sawit adalah jenis meteor sporadis dimana merupakan jenis meteor yang jatuh ke bumi dari batuan yang melintas di luar angkasa. “Kemungkinan ini jenis meteor kecil setidaknya sebesar kelapa. Ini merupakan benda meteor yang rapuh yang memang sering jatuh. Memang jarang sekali jatuh di pemukiman.” Jatuhnya meteor ini memang merupakan kejadian alamiah yang diperkirakan bisa terjadi sekali dalam sebulan. Namun, tempat kejadian biasanya berada di lautan atau di alam terbuka. “Sebenarnya jatuh meteor ini sering sekali namun kemungkinan jatuhnya di lautan atau lapangan luas karena komposisi lautan serta wilayah terbuka lebih besar dibandingkan pemukiman penduduk,” papar Thomas soal mengapa terjadinya kejatuhan meteor ini di lingkungan penduduk. Thomas menjelaskan bahwa kejatuhan benda langit ke bumi merupakan peristiwa rutin. Setiap tahunnya sekitar 25 ribu ton debu dan bebatuan antariksa jatuh ke bumi. Lebih lanjut, kejadian jatuhnya meteor ini dinyatakan tidak memiliki hubungan dengan hujan meteor lyrids beberapa hari yang lalu. “ Hujan meteor lyrids kan bentuknya kecil sekali dan lebih mirip debu, kalau ini sedikit lebih besar,” jelas Thomas. Laporan jatuhnya meteor di pemukiman penduduk bukan yang pertama di Duren Sawit, Jakarta ini. Sebelumnya, awal 2000 pernah terjadi di Jawa Tengah, di 2003 di Pontianak, serta yang terbaru di 2007 di Bali.

Ikan berkepala buaya

Setelah masyarakat Indonesia dihebohkan dengan berita cicak vs buaya, di Sungai kawasan Jagir Surabaya, Jawa Timur juga ada berita yang sangat menghebohkan masyarakat, yakni ditemukan ikan berkepala buaya. Ikan dengan panjang kurang lebih 70 cm ini ditemukan oleh seorang nelayan yang sedang memancing di sungai tersebut pada tanggal 13 November 2009. Walaupun berita ini terdengar aneh bahkan masyarakat setempat ada yang menghubungkan ikan berkepala buaya dengan hal ghaib, namun sebenarnya ikan berkepala buaya ini sudah sering ditemukan, dan memang benar ada.

Got My Cursor @ 123Cursors.com